Early AdopterDiskon 40% seumur hidup untuk pendaftar awal.Diskon 40% seumur hidupDaftar sekarangDaftar

5 Hal yang Perlu Dirapikan agar Keuangan Bisnis Lebih Sehat

Bisnis ramai belum tentu keuangannya sehat. Pelajari 5 cara merapikan pengeluaran, memantau keuntungan, mengelola piutang, dan mempersiapkan pajak bisnis.

Ilustrasi laporan keuangan usaha: grafik batang yang naik dengan tunas di puncaknya, di sampingnya lima hal keuangan yang sudah dirapikan dan dicentang.
Di artikel ini
  1. 1. Bingung Uang Usaha Lari ke Mana
  2. 2. Nggak Tahu Produk atau Layanan Mana yang Paling Menguntungkan
  3. 3. Uang Pribadi dan Uang Usaha Masih Tercampur
  4. 4. Ada Tagihan yang Belum Dibayar, tapi Lupa Siapa Saja
  5. 5. Urusan Pajak Baru Dipikirkan Saat Mendekati Batas Pelaporan
  6. Mulai dari Satu Kebiasaan Kecil

Bisnis ramai, tapi sudah tahu kondisi keuangannya?

Penjualan yang meningkat belum tentu berarti keuntungan ikut bertambah. Tanpa pencatatan yang rapi, pengeluaran bisa luput dari perhatian, uang pribadi dan usaha tercampur, dan tagihan pelanggan terlambat ditindaklanjuti.

Laporan keuangan membantu kamu melihat kondisi bisnis berdasarkan angka, bukan sekadar perkiraan. Mulai dari Laba Rugi untuk memahami keuntungan, Arus Kas untuk memantau uang masuk dan keluar, hingga Umur Piutang untuk mengetahui tagihan yang belum lunas.

Masalahnya bukan karena kita nggak bisa mengelola bisnis. Namun, ketika semuanya masih mengandalkan ingatan, ada banyak hal yang mudah terlewat.

Kabar baiknya, kamu nggak harus langsung punya sistem keuangan yang rumit. Ada beberapa hal sederhana yang bisa mulai dirapikan dari sekarang agar kondisi bisnis lebih mudah dipantau.

Berikut lima di antaranya.

1. Bingung Uang Usaha Lari ke Mana

Pernah merasa saldo rekening bisnis tiba-tiba menipis, padahal rasanya nggak ada pengeluaran besar?

Bisa jadi penyebabnya adalah pengeluaran kecil yang sering luput dari perhatian. Bensin, pulsa, biaya pengiriman, perlengkapan kantor, atau pembelian kebutuhan operasional lainnya mungkin terlihat sepele jika dilihat satu per satu. Namun, kalau dikumpulkan selama sebulan, jumlahnya bisa cukup besar.

Tanpa catatan yang jelas, kamu hanya melihat saldo yang berkurang tanpa tahu persis ke mana uang tersebut pergi.

Yang bisa kamu lakukan

  • Catat setiap pengeluaran, sekecil apa pun nilainya.
  • Kelompokkan pengeluaran berdasarkan kategori, seperti operasional, transportasi, perlengkapan, atau biaya pemasaran.
  • Luangkan waktu setiap minggu untuk memeriksa pengeluaran dan melihat kategori mana yang paling banyak menyerap uang.

Nggak harus langsung sempurna. Kalau belum terbiasa mencatat setiap hari, mulai dengan rekap mingguan pun sudah lebih baik daripada tidak mencatat sama sekali.

Bagaimana Tumra membantu?

Tumra membantu mencatat pengeluaran berdasarkan kategori dan menghubungkannya dengan laporan Laba Rugi. Dengan begitu, kamu bisa melihat pengeluaran bisnis secara lebih terstruktur dan memahami ke mana uang usaha digunakan.

2. Nggak Tahu Produk atau Layanan Mana yang Paling Menguntungkan

Produk yang paling laku belum tentu menjadi produk yang paling menguntungkan.

Misalnya, sebuah toko bisa menjual banyak produk tertentu setiap hari, tetapi marginnya sangat tipis. Sementara itu, produk lain yang lebih jarang terjual justru memberikan keuntungan lebih besar.

Hal serupa juga bisa terjadi pada usaha jasa. Proyek yang terlihat besar belum tentu menghasilkan keuntungan terbaik jika membutuhkan terlalu banyak waktu atau biaya tambahan.

Kalau hanya melihat jumlah penjualan, kamu mungkin melewatkan informasi penting untuk menentukan strategi bisnis berikutnya.

Yang bisa kamu lakukan

  • Catat penjualan berdasarkan produk atau layanan.
  • Bandingkan produk yang paling sering terjual dengan produk yang menghasilkan margin terbesar.
  • Untuk usaha jasa, evaluasi pendapatan per klien atau proyek dan bandingkan dengan waktu serta biaya yang dikeluarkan.
  • Gunakan hasil evaluasi tersebut untuk menentukan produk, layanan, atau proyek yang perlu lebih diperhatikan.

Tujuannya bukan sekadar menjual lebih banyak, tetapi memahami penjualan mana yang benar-benar membantu bisnis berkembang.

Bagaimana Tumra membantu?

Untuk bisnis retail, Tumra menyediakan laporan penjualan dan margin agar kamu bisa mengevaluasi performa produk. Untuk usaha jasa, kamu bisa melihat pendapatan berdasarkan klien dan proyek, sehingga lebih mudah memahami kontribusi masing-masing terhadap bisnis.

3. Uang Pribadi dan Uang Usaha Masih Tercampur

Ketika menjalankan bisnis sendiri, menggunakan uang dari satu rekening untuk berbagai keperluan memang terasa praktis.

Hari ini uang masuk dari pelanggan, besok digunakan untuk membeli stok, lalu sebagian dipakai untuk kebutuhan rumah tangga. Semuanya berjalan, tetapi lama-kelamaan kamu mungkin kesulitan membedakan uang milik bisnis dan uang pribadi.

Akibatnya, saldo rekening bisa terlihat cukup besar meskipun sebagian uang tersebut sebenarnya sudah dibutuhkan untuk membayar pemasok, biaya operasional, atau kewajiban lainnya.

Kamu juga jadi lebih sulit mengetahui apakah bisnis benar-benar menghasilkan keuntungan atau justru terus membutuhkan tambahan uang pribadi.

Yang bisa kamu lakukan

  • Pisahkan rekening untuk kebutuhan bisnis dan pribadi.
  • Tentukan jumlah uang yang diambil untuk kebutuhan pribadi secara rutin sesuai kemampuan bisnis.
  • Catat setiap pengambilan uang pribadi agar tidak tercampur dengan pengeluaran operasional.
  • Periksa kondisi keuangan bisnis sebelum mengambil uang dalam jumlah besar.

Memisahkan uang bukan berarti kamu tidak boleh menggunakan hasil usaha untuk kebutuhan pribadi. Justru, dengan pemisahan yang jelas, kamu bisa mengetahui berapa yang aman diambil tanpa mengganggu operasional bisnis.

Bagaimana Tumra membantu?

Tumra menampilkan saldo Kas & Bank bisnis dalam laporan Neraca. Dengan pencatatan transaksi yang konsisten, kamu bisa memantau posisi keuangan usaha dengan lebih jelas dan membedakannya dari kebutuhan pribadi.

4. Ada Tagihan yang Belum Dibayar, tapi Lupa Siapa Saja

Menjual produk atau menyelesaikan proyek belum selalu berarti uangnya sudah masuk.

Ada pelanggan yang meminta waktu untuk membayar, ada invoice yang menunggu persetujuan, dan ada tagihan yang mungkin terlewat karena kamu terlalu sibuk mengurus pekerjaan lainnya.

Jika tidak dipantau, tagihan bisa melewati jatuh tempo tanpa disadari. Semakin lama dibiarkan, semakin besar pula risiko pembayaran tertunda atau bahkan tidak tertagih.

Bagi bisnis kecil, keterlambatan pembayaran seperti ini bisa memengaruhi arus kas, meskipun penjualan sebenarnya cukup baik.

Yang bisa kamu lakukan

  • Catat setiap tagihan beserta tanggal penerbitan dan jatuh temponya.
  • Periksa daftar tagihan yang belum lunas setidaknya seminggu sekali.
  • Prioritaskan tindak lanjut terhadap tagihan yang paling lama tertunggak.
  • Simpan riwayat pembayaran agar kamu tahu tagihan mana yang sudah dibayar sebagian atau sepenuhnya.

Jangan menunggu sampai membutuhkan uang untuk operasional baru memeriksa siapa saja yang belum membayar. Memantau piutang secara rutin membantu kamu mengambil tindakan lebih awal.

Bagaimana Tumra membantu?

Laporan Umur Piutang Tumra mengelompokkan tagihan berdasarkan lamanya piutang, mulai dari yang masih baru hingga yang sudah lama tertunggak. Kamu bisa lebih mudah menentukan tagihan mana yang perlu ditindaklanjuti terlebih dahulu.

5. Urusan Pajak Baru Dipikirkan Saat Mendekati Batas Pelaporan

Ketika transaksi bisnis tidak tercatat dengan rapi, menyiapkan laporan pajak bisa menjadi pekerjaan yang melelahkan.

Kamu harus mengumpulkan kembali bukti transaksi, mencari bukti potong yang tercecer, dan menyusun angka dari berbagai sumber. Padahal, sebagian besar pekerjaan tersebut bisa lebih mudah jika pencatatan sudah dilakukan sejak awal.

Selain menyita waktu, pencatatan yang tidak lengkap juga meningkatkan risiko ada transaksi atau informasi pajak yang terlewat.

Yang bisa kamu lakukan

  • Simpan bukti transaksi dan dokumen pajak sejak awal.
  • Catat pajak yang dipungut atau dipotong sesuai jenis transaksi.
  • Periksa pencatatan secara berkala, bukan hanya menjelang batas pelaporan.
  • Pastikan data yang akan digunakan untuk pelaporan sudah diperiksa dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kamu tidak harus menunggu sampai memahami seluruh aturan perpajakan untuk mulai merapikan administrasi. Membangun kebiasaan menyimpan dokumen dan mencatat transaksi adalah langkah awal yang penting.

Bagaimana Tumra membantu?

Fitur Pajak Tumra membantu merekap PPN dan PPh berdasarkan pencatatan transaksi yang tersedia. Rekap ini bisa menjadi bahan untuk mempersiapkan pelaporan pajak, tetapi kamu tetap perlu memeriksa kesesuaiannya dengan kondisi bisnis dan ketentuan yang berlaku. Penyampaian laporan pajak tetap dilakukan oleh kamu atau pihak yang ditunjuk.

Mulai dari Satu Kebiasaan Kecil

Merapikan keuangan bisnis tidak harus dimulai dengan perubahan besar.

Kamu bisa mulai dari mencatat pengeluaran, memisahkan uang pribadi dan usaha, atau memeriksa tagihan yang belum dibayar setiap minggu.

Yang terpenting adalah membangun kebiasaan mencatat dan memeriksa kondisi keuangan secara konsisten. Dari sana, kamu bisa mulai memahami ke mana uang pergi, aktivitas mana yang menghasilkan keuntungan, dan apa yang perlu diperbaiki.

Karena pada akhirnya, bisnis yang sehat bukan hanya tentang berapa banyak penjualan yang berhasil didapatkan, tetapi juga tentang seberapa baik kamu memahami dan mengelola uang yang dihasilkan.

Kalau kamu ingin mengelola proyek, penjualan, invoice, pengeluaran, dan pembukuan dalam satu tempat, Tumra bisa membantu membuat semuanya lebih teratur.

Dengan laporan keuangan Tumra, kamu bisa melihat kondisi bisnis berdasarkan angka, bukan sekadar perkiraan. Mulai dari Laba Rugi untuk memahami keuntungan, Arus Kas untuk memantau uang masuk dan keluar, hingga Umur Piutang untuk mengetahui tagihan yang belum lunas.

Mulai dari pencatatan yang sederhana, lalu kembangkan sistemnya seiring pertumbuhan bisnismu.

Tumra — pekerjaan, klien, dan keuangan dalam satu tempat. 🌱

Mulai rapikan keuangan bisnismu.

Catat pengeluaran, pantau keuntungan, dan kelola tagihan dalam satu tempat. Mulai dari kebiasaan kecil untuk bisnis yang lebih teratur.

Coba Tumra gratis →